Menyampaikan materi terhadap siswa Taman Kanal – Kanak (TK) memang hasru menarik. Salah satunya dengan metode bercerita. Seperti yang dilakukan Ustazah Wiwik. Bertepatan dengan materi bersuci tanpa air (tayammum), Ustazah Wiwik membuat percakapan terlebih dahulu. Kemudian dibacakan, sampai anak-anak asyik mendengarkan penjelasannya. Tidak ketinggaan seluruh siswa juga praktik tayammum tersbeut. Berikut percakapan yang dipakai Ustazah Wiwik dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Suatu hari pada saat musim kemarau melanda di suatu desa…
Terjadilah percakapan antara Ali dan Ahmad :
Ali : Suara azan sudah berkumandang, Ahmad ini waktunya untuk kita sholat dhuhur!
Ahmad : Bagaimana kita sholat? Air untuk wudhu saja tidak ada
Ali : Heeem tidak usah bingung. Aku tau caranya
Ahmad : Bagaimana Ali ?
Ali : kita tayammum saja pakai debu
Ahmad : Memangnya kamu bisa caranya tayammum?
Ali : Tenang saja. Ayo kita belajar bersama-sama Ahmad  ……….
Ahmad : Yeeeh aku sudah bisa Ali👏👏
Ali : Hebaat 👍👍👍

“Jadi, teman – teman tidak usah khawatir kalau tidak ada air. Karena dalam ilmu agama, ada yang namanya tayammum. Tayammum itu bersuci menggunakan debu. Namun perlu diingat. Tayammum ini hanya boleh dilakukan ketika dalam kondisi yang memang tidak ada air untuk bersuci. Nah! Sudah faham kan teman – teman? Kalian Semua Pasti Bisa 👍👍💪

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen + 20 =