Pada suatu hari,sebuah perumahan yang bernama Pondok Indah hiduplah seorang anak bernama Rani,Budi,dan Ani. Mereka adalah sahabat dari kecil.

Rani berkata, ”Ayo kita main?”.

Budi dan Ani menjawab, ”Main apa kita?”.

Rani berkata, ”Apa kita bermain petak umpet?”.

Budi menjawab, ”Oke”.

Saat di tengah permainan….

Rani berkata, ”Kemana ya Ani?”.

Budi menjawab, ”Tidak tahu,mungkin dia sedang sembunyi paling jauh”.

Rani berkata, ”Mari kita cari sama sama yuk,Bud”.

Budi membalas, ”Ayo!”.

Saat mencari bersama, Ibu Ani memanggil mereka berdua .

Ibu Ani memanggil, “Kemana Ani”.

Budi dan Rani menjawab, ”Aninya gak ada nte,”.

Ibu Ani bertanya, ”Hilang?”.

Budi menjawab, ”Sepertinya nte,ayo kita cari sama sama aja nte biar cepat ketemu.”

Ibu Ani membalas, ”Ayo budi!”.

Budi berkata sambil mencari, ”Kemana ya Ani?”

Budi,Rani,dan Ibu Ani berteriak memanggil, ”Ani..! ,Ani…!,Ani…!”

Saat mereka mencari dan memanggil, tiba-tiba.

Ibu Ani berkata, ”Kok ada suara nangis ya?”.

Rani menjawab, ”Dimana?!”.

Ibu Ani berkata, ”Itu disana”.”Mengapa kamu menangis Ani?”

Ani menjawab, ”Ini aku sedang membaca surat ini.”

Saat Ani membaca surat tersebut, Ani menangis karena Ani di bully dengan teman dekatnya, yaitu Rani. Ibu Ani merasa sedih dan menasehati mereka berdua.

Ibu Ani menasehati, ”Jika berteman harus rukun dan saling menyayangi antar teman.”

Ani menjawab, ”Iya bu.”

Rani menjawab, “Iya nte.”

Budi berkata, ”Kita kan teman sejak kecil masa betengkar.”

Ani dan Rani menjawab, ”Iya Bud.”

Ani dan Rani pun saling meminta maaf. Budi mengajak mereka bermain lagi. Setelah bermain mereka pun pulang kerumah masing-masing.

Ani merasa sedih karena waktu itu di bully oleh Rani.Rani membully Anikarena dia iri mempunyai mainan lebih banyak daripada Rani. Saat Ani tidur dia bermimpi dia dibully oleh temannya Rani.Ani pun terbangun dan langsung membasuh mukanya, setelah itu berdoa.

Ani berdoa, ”Semoga Rani memaafkan yang kemaren ya Allah, aamiin.”

Pada sore hari,Ani mengajak Rani untuk bermain. Tetapi Ani pun ragu untuk  memanggil Rani. Tidak lama kemudian Rani pun keluar dari rumahnya.

Rani bertanya, ”Ada apa?”

Ani menjawab, ”Ayo kita main?”

Rani bertanya, ”Ayo,tapi dimana Budi?”

Budi nyeletuk tiba-tiba, ”Hai teman-teman.”

Ani terkejut, ”Hai budi.”

Rani berkata, ”Main apa kita?”

Ani menjawab, ”Apa kita main mainan saja?”

Rani menjawab pelan sambil tertunduk, ”Boleh, tapi mainan milikku sedikit.”

Ani menjawab dengan senang, ”Tidak apa-apa nanti aku pinjemin.”

Rani membalasnya dengan senang, ”Terima kasih, Ani”

Ani menjawab, ”Sama–sama.”

Mereka berdua pun menjadi lebih rukun dan tidak saling iri. Mereka akan menjadi sahabat setia selamanya.

________________________________

Biodata Diri Data Pribadi

Nama                           : Al Barraday Laxmana Nala

Jenis Kelamin              : Laki-laki

Tempat/ Tgl Lahir       : Sidoarjo, 03 Februari 2007

Pendidikan

2012-2014                   : TK Mutiara Anak Sholeh

2014-Sekarang            : SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh

Personality

Seseorang yang: Mau belajar, penyuka tantangan, suka mempelajari sesuatu yang baru, pekerja keras, suka bergaul dan tidak keramaian, lebih suka menghabiskan waktu dengan main basket.

Hobi

Berenang, bermain basket, dan bermain badminton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two + 11 =