“Yo ‘pra kanca dolanan ing jaba… Padhang wulan padhange kaya rina… Rembulane e sing awe-awe… Ngelingake aja padha turu sore… 

Yo ‘pra kanca dolanan ing jaba… Rame-rame kene akeh kancane… Langite pancen, sumebyar rinayo… Padha dolanan sinambi guyonan…”

Tembang dolanan yang pelan-pelan menghilang, di SDI Kreatif Mutiara Anak Sholeh senantiasa semangat untuk selalu menghidupkan. Dalam opening Generasi Sastrawan Mutiara (GSM) 2019, para ustazah menampilkan kebolehannya melalui seni drama. Dalam alur yang diceritakan, para ustazah memberi pesan betapa pentingnya melakukan permainan-permainan zaman dahulu. Permainan tanpa menggunakan kecanggihan teknologi. Permainan yang bahannya sangat sederhana. Dari batang kayu, karet dan bahkan hanya menggunakan jari para pemainnya. Sedikit makna dalam permainan zaman dahulu, tidak lain yakni untuk meningkatkan kerukunan antara satu teman dan teman yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten − six =